Senin, 04 Februari 2013

ASKEP KANKER PANKREAS



2.3  KONSEP DASAR KANKER PANKREAS
2.3.1 Pengertian
Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama: menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti insulin. Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari). (Sylvia, 2006). Kanker berawal dari kerusakan materi genetika atau DNA (Deoxyribo Nuclead Acid) sel. Satu sel saja yang mengalami kerusakan genetika sudah cukup untuk menghasilkan suatu jaringan baru, sehingga kanker disebut juga penyakit seluler (Tjokronegoro, 2001). Kanker dapat tumbuh pada setiap bagian pankreas (kaput, korpus dan kauda) dengan menimbulkan manifestasi klinik yang bervariasi menurut lokasi lesinya dan apakah sel-sel pulau langerhans yang mensekresikan insulin itu turut terlibat. Karsinoma pankreas memiliki angak keberhasilan hidup 5 tahun, paling rendah bila dibandingkan dengan 60 lokasi kanker lainnya.
 Kanker adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan gangguan pertumbuhan seluler dan merupakan kelompok penyakit dan bukan hanya penyakit tunggal. (Doegoes, 2000).  Kanker Pankreas merupakan tumor ganas yang berasal dari sel-sel Yang melapisi saluran pankreas. Sekitar 95% tumor ganas pankreas merupakan adenokarsinoma. Tumor-tumor ini lebih sering terjadi pada laki-laki dan agak lebih sering menyerang orang kulit hitam. Tumor ini jarang terjadi sebelum usia 50 tahun dan rata-rata penyakit ini terdiagnosis pada penderita yang berumur 55 tahun. (Brunner & Suddarth, 2001).
2.3.2        Etiologi
Adapun etiologi dari Kanker Pankreas yaitu :
 1. Faktor Resiko Eksogen
Merupakan adenoma yang jinak dan adenokarsinoma yang ganas yang berasal dari sel parenkim (asiner atau sel duktal) dan tumor kistik. Yang termasuk factor resiko eksogen adalah makanan tinggi lemak dan kolesterol, pecandu alkohol, perokok, orang yang suka mengkonsumsi kopi, dan beberapa zat karsinogen.

 2. Faktor Resiko Endogen
 Contohnya : Penyakit DM, pankreatitis kronik, kalsifikasi pankreas (masih belum jelas, Setyono, 2001).
 Penyebaran kanker/tumor dapat langsung ke organ di sekitarnya atau melalui pembuluh darah kelenjar getah bening. Lebih sering ke hati, peritoneum, dan paru. Tapi agak jarang pada adrenal, Lambung, duodenum, limpa. Kolestasis Ekstrahepatal. Kanker di kaput pankreas lebih banyak menimbulkan sumbatan pada saluran empedu disebut Tumor akan masuk dan menginfiltrasi duodenum sehingga terjadi perdarahan di duodenum. Kanker yang letaknya di korpus dan kauda akan lebih sering mengalami metastasis ke hati, bisa juga ke limpa. (Setyono, 2001).

2.3.3        Insiden
 Insiden kanker pankreas terus meningkat sejak 20 hingga 30 tahun yang lalu, khususnya pada orang-orang yang bukan kulit putih. Kanker pankreas merupakan penyebab kematian terkemuka pada urutan ke-4 di Amerika Serikat dan paling sering ditemukan pada usia 60 – 70an tahun. Kebiasaan merokok, kontak dengan zat kimia industri atau toksin dalam lingkungan, serta diet tinggi lemak,daging atau pun keduanya. Memiliki hubungan dengan peningkatan insidens kanker pankreas meskipun peranannya dalam menyebabkan kelainan keganasan ini masih belum jelas seluruhnya. Risiko kanker pankreas akan meningkat bersamaan dengan tingginya kebiasaan merokok. Pankreas dapat pula menjadi tempat metastasis dari tumor lain. (Brunner & Suddarth, 2001).

2.3.4        Gejala Klinis
 Penyakit kanker pankreas dapat tumbuh pada setiap bagian pankreas, adalah pada bagian kaput, korpus atau kauda dengan menimbulkan gejala klinis yang bervariasi menurut lokasi lesinya dan bagaiman pulau langerhans yang mensekresikan insulin.
 Tumor yang berasal dari kaput pankreas (yang merupakan lokasi paling sering) akan memberikan gambaran klinik tersendiri. Dalam kenyataannya, karsinoma pankreas memiliki angka keberhasilan hidup 5 tahunan, paling rendah bila dibandingkan dengan karsinoma lainnya. (Tjokronegoro, 2001)
Gejala khas yaitu :Nyeri pada abdomen yag hebat khususnya pada epigastrium. Rasa sakit dan nyeri tekan pada abdomen yang juga disertai nyeri pada punggung, terjadi akibat iritasi dan edema pada pankreas sehingga timbul rangsangan pada ujung-ujung saraf. Karena sumbatan pada duktus koledikus Ikterus .
Kadang-kadang timbul perdarahan gastrointestinal yang terjadi akibat erosi pada duodenum yang disebabkan oleh tumor pankreas.Gangguan rasa nyaman menyebar sebagai rasa nyeri yang menjengkelkan ke bagian tengah punggung dan tidak berhubungan dengan postur tubuh maupun aktivitassinoma pankreas. Serangan nyeri dapat dikurangi dengan duduk membungkuk. Dimana sel-sel ganas dari kanker pancreas.
Umumnya terjadi ansietas sering terlepas dan masuk ke dalam rongga peritoneum sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya metastasis. Timbulnya gejala defisiensi insulin yang terdiri atas glukosuria, Diabetes dapat hiperglikemia dan toleransi glukosa yang abnormal menjadi tanda dini kanker pankreas.

2.3.5 Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan USG untuk mendeteksi keadaan tumor. ERCP merupakan pemeriksaaan diagnostik yang penting untuk menegakkan diagnosis karsinoma pankreas. Biopsi aspirasi perkutan dengan jarum halus pada jaringan pankreas untuk mendiagnosis tumor pankreas. Pemeriksaan kolangiografi transhepatik perkutan merupakan tindakan lain yang dapat dilakukan untuk mengenali obstruksi saluran empedu oleh tumor pankreas. Pemeriksaan angiografi dan laparoskopi dapat dilakukan untuk menentukan apakah tumor tersebut masih dapat diangkat melalui pembedahan.

2.3.6  Penatalaksanaan
 Tindakan bedah yang harus dilakukan biasanya cukup luas jika kita ingin mengangkat tumor terlokalisir yang masih dapat direseksi. Namun demikian, terapi bedah yaitu definitive (eksisi total lesi) . sering tidak mungkin dilakukan karena pertumbuhan yang sudah begitu luas. Tindakan bedah tersebut sering terbatas pada tindakan paliatif.
Meskipun tumor pankreas mungkin resisten terhadap terapi radiasi standar, pasien dapat diterapi dengan radioterapi dan kemoterapi (Fluorourasil, 5-FU) . jika pasien menjalani pembedahan, terapi radiasi introperatif (IORT = Intraoperatif Radiation Theraphy) dapat dilakukan untuk memberikan radiasi dosisi tinggi pada jaringan tumor dengan cedera yang minimal pada jaringan lain serta dapat mengurangi nyeri pada terapi radiasi tersebut.


ASUHAN KEPERAWATAN

 3.1. Pengkajian
 Pengkajian
Identitas.
Umumnya manusia mengalami perubahan fisologi secara drastic menurun dengan cepat setelah usia 40 tahun. Akan tetapi kasus kanker pankreas tidak banyak dikaitkan umur tetapi lebih banyak dikaitkan kebiasaan mengkonsumsi alcohol dan merokok.
Pendidikan dan Pekerjaan.
Pada orang dengan pendapatan tinggi dan rentan stress. Cenderung untuk mengkonsumsi makanan cepat saji dan minum minuman yang banyak mengandung alcohol sebagai pelarian untuk mengurangi stress psikologinya. Oleh karena itu penyakit ini biasanya banyak dialami oleh anak pejabat, kontraktor, pekerja biasa dengan gaji lembur yang tinggi dan pekerja dengan nilai agama yang rendah.
Keluhan utama.
Nyeri pada abdomen yag hebat khususnya pada epigastrium. Rasa sakit dan nyeri tekan pada abdomen yang juga disertai nyeri pada punggung
Riwayat penyakit
Nyeri pada abdomen yag hebat khususnya pada epigastrium dan ikterus
Riwayat kesehatan dahulu.
Perokok, peminum alkohol, DM.
Pemeriksaan fisik.
a.       B1
Sesak (bila sudah komplikasi ke efusi pleura).
b.      B2
Hipotensi dan anemia (jika terjadi perdarahan).
c.       B3
Tak ada Kelainan.
d.      B4
Oliguri (pada dehidrasi), warna kuning jernih, BUN meningkat (GGA).
e.       B5
Mual dan muntah, feses berbuih dan berbau busuk (steatore), penurunan peristaltik, nyeri abdomen yang hebat, nyeri tekan pada abdomen disertai nyeri pada punggung, nyeri khas pada midepigastrium (ulu hati), distensi abdomen.
f.       B6
Ekimosis (memar) didaerah pinggang dan umbilikus

Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien pankreatitis kronik antara lain :
1.        Nyeri akut berhubungan dengan distensi pankreas.
2.        Perubahan pola eliminasi buang air besar berhubungan dengan penurunan pencernaan lemak.
3.        Hipertermia berhubungan dengan respon sistemik peradangan pancreas.
4.        Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang kurang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar